Menjadi Diri Sendiri
Menjadi diri sendiri, itu penting !!
Dalam posting kali ini, saya ingin ingin berbagi informasi mengenai pentingnya untuk menjadi diri sendiri. Atau dalam istilah keren nya “Be Your Self”.
Ada banyak sekali alasan yang dibuat untuk membenarkan sikap “tidak mau menjadi diri sendiri dan berpura-pura menjadi orang lain”. Dan hampir dapat dipastikan semua alasan tsb berujung pada keinginan untuk menutupi kekurangan yang ada dan keinginan untuk diterima oleh pihak lain.
Dr. James Gordon Gilkey pernah bertutur bahwa masalah tidak mau menjadi diri sendiri memang “sudah ada sejak zaman dulu kala” dan “universal”. Banyak penyakit neurosis, psikosis dan kompleks-kompleks psikis lainnya berpangkal pada sikap tidak mau menjadi diri sendiri. Seorang pemerhati pendidikan anak, Angelo Patri, pernah berkata bahwa “Tidak ada seorang pun yang lebih kasihan daripada orang yang ingin menjadi orang lain atau sesuatu yang lain dari dirinya sendiri”.
Masih hangat di pikiran kita, tentang kisah wong ndeso Tukul Katrok Arwana yang sukses dalam sebuah acara talkshow Empat Mata. Tukul berani tampil dengan apa adanya. Tanpa berusaha menutupi ke-katrokan-nya. Walaupun dia mengaku tetap belajar untuk terus menambah pengetahuan dan mengasah kemampuan nya. Dari kesemuanya itu, ada satu hal yang patut dicermati. Tukul berani untuk menjadi diri nya sendiri dengan semua kekurangan nya dan tentunya dengan kelebihan (bibir) yang ada juga.
Ilmu genetika mengajarkan bahwa pada diri kita terdapat campuran dari 24 kromosom bapak dan 24 kromosom dari ibu. Dengan kata lain ke-48 kromosom inilah yang akan menentukan bawaan kita. Dimana hal tsb menjelaskan pada kita bahwa setiap orang akan mempunyai keunikan masing-masing. Dimana akan sangat sulit ditemui kesamaan nya didunia ini. Bahkan setelah ibu dan ayah kita bercampur, maka peluang lahirnya orang yang persis sama dengan kita hanyalah 1:300.000 bilyun. Dan itu berarti, kalau kita mempunyai 300.000 bilyun saudara laki-laki dan perempuan. Mungkin saja mereka semua berbeda dengan kita. Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca buku You and Heredity karangan Amram Scheinfeld.
Masih ingat dengan Charlie Chaplin?
Sewaktu pertama kali main film, Charlie Chaplin dipaksa untuk meniru pelawak Jerman yang populer waktu itu. Hasilnya “NOL besar”. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk bermain dengan gaya nya sendiri. Dan jadilah Charlie Chaplin yang terkenal sampai dengan sekarang.
Kita semua merupakan makhluk ciptaan Allah yang unik dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Dan kita wajib bersyukur akan hal itu. Salah satu bentuk syukur kita adalah dengan bergembira dan terus menggali potensi yang ada dalam diri kita. Bersikaplah jujur sesuai dengan pengalaman, lingkungan dan warisan kelahiran yang telah membentuk diri kita. Dalam keadaan apapun, kita harus memainkan instrumen kecil kita sendiri dalam orkes kehidupan ini.
Tidak usah kita meniru orang lain.
Temukan dirimu sendiri dan …
Jadilah dirimu sendiri !!
Bagaimana jika orang lain itu adalah diri kita sendiri ..
Bagaimana jika suatu hari anda memandang diri anda di cermin dan bertanya .. siapa dirimu rapihdhoho..
Bagaimana jika .. sybil mode on .,,:p
Lah setuju maz . . . . Aq gak mau jadi TUKUL ARWANA
hwe hwe hwe hwe . . . . . .
bar, kalo kamu jadi tukul… lucu ntar waktu main di otomatis romantis bareng wulan… “i want to talk darling.. i want to talk…” wakkkk
yah… saya setuju ma tulisannya mas galih… be yourself… get sucsess by being yourself….
iya, sepokat, setujuh. harus jadi diri sendiri, tidak berpura2 jadi orang lain, atau jadi munafik.