Empat kebiasaan kerja yang baik
Dalam sebuah bukunya yang berjudul Petunjuk Menikmati Hidup dan Pekerjaan Anda, Dale Carnegie memaparkan 4 kebiasaan kerja yang baik. Kebiasaan itu, menurut dia bisa melenyapkan kelelahan dan kecemasan.
Kebiasaan baik pertama adalah :
”Singkirkan semua kertas dari meja kerja Anda, kecuali yang sedang digarap”
Rolland L. WILLIAMS, direktur utama Chicago & Nrthwestern Railway (Perusahaan Kereta Api Chicago dan Kawasan Barat Laut), pernah bertutur ”Orang akan dapat bekerja dengan lebih mudah dan cermat kalau tumpukan kertas yang menggunung di mejanya dibersihkan dulu, dan hanya diambil lembar yang sedang digarap. Hal ini saya namakan penatarumahtanggaan yang baik dan ini merupakan langkah pertama menuju efisien”.
Hal ini merupakan sesuatu yang sederhana namun sangat berpengaruh terhadap suasana saat kita bekerja. Bayangkan saja jika kita memiliki meja kerja yang penuh dengan surat, laporan dan nota dinas! Kira-kira bagaimana rasanya? Tegang, cemas dan yang pasti rancu…
Hal ini tidak boleh terus berlanjut, karena hanya akan menimbulkan ketegangan dan kelelahan yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kesehatan kita.
Kebiasaan baik kedua adalah :
”Kerjakan hal-hal menurut urutan kepentingannya”
Henry L. Doherty, pendiri Cities Service Company yang berskala nasional di Amerika mengatakan bahwa ada dua kemampuan yang sukar ia temukan, meski dia bersedia membayar berapapun untuk itu. Dua kemampuan yang tak ternilai harga nya itu adalah :
1. Kemampuan berpikir
2. Kemampuan untuk mengerjakan hal-hal menurut urutan kepentingan nya.
Charles Luckman, pemuda yang memulai karirnya dari NOL. Dan dalam dua belas tahun menanjak menjadi direktur utama perusahaan Pepsodent pernah berkesempatan menceritakan kunci sukses nya. Yaitu, karena dia terus menerus berusaha untuk mengembangkan dua kemampuan yang sukar didapatkan oleh Henry L. Doherty tadi. Charles Luckman mengatakan ”Seingat saya, saya sudah bangun pukul 5 pagi. Karena saya dapat berpikir lebih jernih dibanding waktu lainnya. Saya juga dapat berpikir lebih baik dalam merencanakan bagaimana mengisi hari saya dan merencanakan untuk melakukan hal-hal menurut urutan kepentingan nya”.
Memang tidak mudah sehingga tidak semua orang mampu mau dan mampu untuk mengerjakan segala sesuatu dalam hidup nya sesuai dengan skala prioritas yang telah dibuat sebelumnya. Tapi menurut hemat saya, membuat rencana untuk bekerja berdasar skala prioritas tetap akan mendatangkan hasil yang jauh lebih baik. Jadi… Tulis apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang sudah ditulis.
Kebiasaan baik ketiga adalah :
”Kalau ada masalah, segera putuskan berdasar fakta yang diperlukan! Jangan menunda keputusan (pekerjaan)”
Sering kali dalam bekerja, secara tidak sadar kita selalu berusaha menunda-nuda eksekusi dari sebuah pekerjaan. Mungkin dengan alasan waktu yang tidak mencukupi atau karena ada alasan yang lain. Contoh yang paling sering terjadi adalah ketika ada sebuah rapat dikantor, kita sering kali dipaksa pulang dengan membawa tumpukan PR (Pekerjaan Rumah) bukan Page Rank yang belum terselesaikan dalam rapat tsb. Sebagai akibat dari tidak terputuskan nya permasalahan-permasalahan yang dibahas. Tentunya ada banyak argumen yang bisa dikeluarkan atas kejadian ini mulai tidak adanya persiapan yang baik sampai materi yang dibahas terlalu banyak.
Tapi yang jelas adalah dengan penundaan yang kita lakukan maka akan semakin berat beban yang ada dan itu akan terus memenuhi ruan dalam pikiran kita. Hal ini tentunya tidak baik. Oleh karena itu diperlukan keterampilan dalam membuat keputusan secara cepat, tepat dan akurat berdasar data dan fakta yang ada.
Kebiasaan baik keempat adalah :
”Belajar mengorganisasi, mewakilkan dan menyelia”
Keterampilan untuk mendelegasikan pekerjaan kepada rekan maupun bawahan merupakan sesuatu yang mutlak untuk diperlukan jika seseorang ingin menjadi berkembang. Karena semua pekerjaan yang ada tidak mungkin kita lakukan sendirian. Dan kebiasaan melakukan segala sesuatu sendirian adalah kebiasaan yang sudah seharusnya mulai ditinggalkan.
Memang sulit untuk mengasah keterampilan ini, karena selain harus mengubah kebiasaan kerja yang sendirian, juga ada resiko yang harus diambil jika kita salah memilih orang dalam melakukan pendelegasian pekerjaan.
Tapi belajar untuk mendelegasikan pekerjaan dengan resiko salah dalam memilih orang jauh lebih baik daripada bekerja sendirian dengan resiko terburu-buru, pikiran tegang dan cemas.
aku bekerja disuatu perusahaan yang kerja mungkin dibilang apa aja, kemudian gimana carany untuk dapat bisa diselesaikan dengan waktu yang bersamaan. aku sering sekali dibilang obral janji jadi aku harus gimana nih?