Ayat ayat Cinta The Movie
Sekilas tentang Ayat-ayat cinta versi The Movie
Walau baru tanggal 28 Februari nanti film Ayat-ayat Cinta premiere di Surabaya, tapi mulai 2 hari yang lalu rekan-rekan di Surabaya sudah bisa mengintip film tsb. Bukan di bioskop tapi di komputer. Yup!! betul sekali, file movie nya sudah beredar luas. Tapi ini bukan hasil rekaman dari orang yang menonton dibioskop (yang biasanya dikasih bonus bayangan penonton yang lagi jalan maupun gemuruh suara penonton :p). Gak tau juga teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember BUKAN Institut Teknologi Surabaya) dapatnya dari mana. Tapi yang jelas kualitas gambarnya sangat tidak mengecewakan alias bagus banget
Memang susah juga kalau sebuah novel yang sangat fenomenal dibuat versi film nya. Karena eksepektasi dari penggemar (pembaca novel) terlalu tinggi. Sama hal nya dengan film Ayat-ayat cinta ini. Adanya sedikit improvisasi memang tidak masalah ditambahkan. Seperti improvisasi untuk merasionalkan kenapa Maria sampai sakit parah sebelum akhirnya meninggal. Di film ini dikisahkan dia di tabrak lari oleh orang suruhan Bahadur.
Tapi sangat disayangkan moment yang syarat dengan permainan emosi malah kurang ditonjolkan. Seperti ketika paman dan bibi nurul datang untuk melamar Fahri dimana pada saat itu dia hendak berangkat menuju tempat pernikahan nya. Satu hal lagi yang saya pikir kurang tepat adalah penggambaran sosok Aisha. Di dalam versi film dikisahkan bahwa kepercayaan Aisha pada Fahri tidak terlalu kuat dengan alasan dia baru beberapa lama mengenal Fahri. Sehingga rasa cemburu masih kental digambarkan didalamnya. Seperti diketahui bahwa hal ini kontras sekali dengan versi novelnya. Yang menggambarkan Aisha sebagai sosok wanita yang beriman dan sangat hormat dan percaya sepenuhnya pada suami (Fahri).
Juga adegan yang tidak seharusnya ada malah sedikit ditonjolkan sehingga sedikit mengurangi kesan Islam dari film ini. Seperti adegan Aisha dan Fahri saat dikamar pengantin.
Kesan terakhir adalah film ini kurang halus dalam perpindahan antar scene nya. Mungkin karena batasan durasi atau mungkin juga karena yang saya lihat bukan versi bioskop nya :p
Tapi overall film ini lumayan bagus untuk ditonton, apalagi jika menilik kerja keras dari kru film saat syuting di India.
watch this
http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/12/AAC_BAJAKAN
Betul sekali mas dewa, kita tetep harus nonton di bioskop
Baru bisa menilai secara kualitas pembuatan film nya AAC.